Sabtu, 04 April 2009

SAYEMBARA ORANG SAKTI

Dulu ketika masih bocah, ayah kerap sekali menceritakan cerita mengenai kerajaan di tanah jawa. Cerita-cerita tentang sayembara-sayembara yang diadakan oleh para raja ketika mereka menghadapi suatu masalah. Lalu nantinya siapapun yang memenangkan sayembara tersebut-yang pastinya adalah orang-orang yang baik- akan diangkat menjadi menantu atau kerabat sang raja. Pokoknya jadi orang yang dekat-dekat dengan rajalah. Pasti senang ya jadi orang dekat sang raja. Makan cukup , pakaian cukup tempat tinggal nyaman. Segala kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya dapat terpenuhi.

Pada beberapa malam terakhir pada bulan ini ayah masih juga bercerita tentang sayembra dan raja-raja. Ceritanya bukan untukku, tetapi buat Layang adikku. Sekarang Layang masih kelas tiga sd. Tentunya aku bisa mendengar cerita ini karena Layang masih tidur sekamar denganku. Kata ayah sayembaranya kini berbeda dari yang biasanya. Sekarang yang ikut banyak. Jauh lebuh banyak. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah tua renta, dan ada juga yang mereka bilang anak-anak. Mungkin yang ikut serta jadi banyak karena memang ada yang baru ikut, atau ada juga yang sudah pernah dan sekarang ikut lagi dan ada yang melanjutkan sepak terjang para pendahulu mereka. Ada juga beberapa yang dulunya satu perguruan sekarang ikut dalam kelompok yang beda-beda pula. Kali ini akan lebih sengit, tambah ayah. Kenapa yah? Layang bingung.. Sekarang yang ikut sayembara adalah orang-orang sakti. Orang-orang yang sudah bertapa lama lalu muncul lagi. Tidak hanya lelaki, perempuan juga. Tidak hanya mereka yang segar bugar tetapi mereka yang ada sedikit kekurangan juga ikut, tetapi yang penting mereka sakti lho.

Sayembara!!! sayembara!!! siapa mau ikut??? Siapa mau hidup enak??? dekat-dekat singgasana raja atau jadi raja sekalian. Kalau sekarang tidak penting anda orang baik atau tidak, yang penting bisa tidak, berbaik perangai dan bercantik-cantik mulut? Layang tertawa geli mendengar ayah teriakan ayah. Lalu bagaimana lagi yah? Sayembara sebentar lagi akan diadakan, tapi kali perarurannya beda. Bukan raja yang memutuskan siapa yang menang tetapi orang banyak. Mendengar hal itu para peserta sayembara mengerahkan segala tenaga dan usaha. Dengan kesaktian yang mereka miliki mereka menjelma menjadi sosok-sosok raksasa. Ada yang jadi hewan raksasa, ada yang jadi tumbuhan-tumbuhan besar dan tidak sedikit juga yang berubah jadi bulan atau bintang yang berpijar siang dan malam. Dengan bentuk dalam ukuran besar itu mereka menawarkan segala jenis panganan dan segala macam manisan kepada orang banyak.ada juga yang mau memberi cahaya dalam kelam, biar orang banyak tidak tidur dalam dingin dan gelap-gelapan. Mereka juga bisa memperbanyak diri. Mereka yang telah menjadi banyak itu menyebar keseantero negeri. Lalu dengan sihir yang maha sakti mereka membacakan mantra-mantra pengantar tidur pada tiap-tiap pintu di rumah yang mereka lewati. Setelah terbuai lalu tertidur dan kemudian bangun lagi, orang banyak itu berprilaku aneh. Mereka datang berbondong lalu menyembah-nyembah pada hewan, pepohonan besar juga tetumbuhan dan juga pada bulan dan bintang itu. Lalu siapa yang menang sayembara ayah? potong Layang. Itulah nak, tidak seorang pun yang tau siapa yang menang. Sampai saat ini mereka masih saja saling mengadu ‘kesaktian’. Mereka masih suka menjelma dan berubah-ubah bentuk, ada juga yang bercampur-baur. Separuh tubuhnya hewan, separaruhnya lagi tumbuhan, sakti kan! Mereka masih saja memperbanyak diri dan membacakan mantra di seantero negeri. Ya,,,makin banyak pula orang-orang yang terbuai dan tidur dalam mimpi, setelah sekian lama. lalu negeri itu jadi negeri tidur yang kemudian mati. Begitu ceritanya Yang....



Pinyu.

1 komentar:

Liekneexiacat mengatakan...

I'm new to this blog. Apologize for asking this though, but to OP...
Do you know if this can be true;
http://www.bluestickers.info/ringtones.php ?
it came off http://ringtonecarrier.com
Thanks :)

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Bila anda ingin menanggapi posting ini, silahkan tuliskan komentar anda di sini.

Bagi rekan-rekan mahasiswa fakultas sastra Unand yang berminat mempublikasikan tulisannya di Blog Cermin Comunity, silahkan kirimkan naskah rekan-rekan ke cermincommunity@plasa.com
atau cermin_community@yahoo.com

Salam Hangat.