Rabu, 21 April 2010

Waktu ke sepuluh

Oleh Ramadhani

Detik-detik bergulir
hingga merambat pada hitungan masa
dalam masa itu bergelut hujan, terik dan ribuan kerikil
tempaannya melebutkan segala sesuatunya
tetapi tidak dengan cinta diantaranya itu
cinta yang menjadi belenggu indah
mengikat kepalan harapan ditangan kita
tangan-tangan yang akan memainkan melodi yang harmoni
yang tak akan berhenti berbunyi
walau terik membakar
yang bunyinya akan mengalah suara hujan
serta merta guntur dan petir yang dibawanya
melodi yang sama yang akan melewati masa
melodi yang lahir dari tangan kita

Bukittinggi 1april O9

7 komentar:

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

nikmat nikmat.. :)

fanny mengatakan...

melodi cintakah namanya?

Aulawi Ahmad mengatakan...

kenapa harus sepuluh ?

Achmad Edi Goenawan mengatakan...

alun sebuah melodi!

Itik Bali mengatakan...

Melodi yang indah tercipta dari suara hujan, angin dan guntur

Usman Jambak mengatakan...

Lanjutkan...

kesehaRian Ra-Kun mengatakan...

kenapa sepuluh?

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Bila anda ingin menanggapi posting ini, silahkan tuliskan komentar anda di sini.

Bagi rekan-rekan mahasiswa fakultas sastra Unand yang berminat mempublikasikan tulisannya di Blog Cermin Comunity, silahkan kirimkan naskah rekan-rekan ke cermincommunity@plasa.com
atau cermin_community@yahoo.com

Salam Hangat.