Selasa, 20 April 2010

Abu Kemaren

Ramadhani

Mata-mata dimana mata beradu
Beradu dalam keraguan yang makin tak menentu
Menatap sayup mata-mata yang membelenggu
Memasung jiwa, merantai asa ,disekap dalam tatapan semu
Dikala kehangatan hati tak mampu mencairkan otak yang beku
Atau hati yang telah beku saat otak mulai meragu
Mata-mata dimata mata beradu
Mempertanyakan perihal masa lalu
Perihal dosa-dosa yang tergurat diwajah lesumu
Dan tangan jadahmu yang tak terbelenggu
Mengais-ngais tumpukan nista dimana mata-mata beradu
Walaupun ujung kukumu menjerit pilu

2 komentar:

kesehaRian Ra-Kun mengatakan...

keep up the good work :)

Cermin Community mengatakan...

baik, kawan.

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Bila anda ingin menanggapi posting ini, silahkan tuliskan komentar anda di sini.

Bagi rekan-rekan mahasiswa fakultas sastra Unand yang berminat mempublikasikan tulisannya di Blog Cermin Comunity, silahkan kirimkan naskah rekan-rekan ke cermincommunity@plasa.com
atau cermin_community@yahoo.com

Salam Hangat.